Satu board foot, didefinisikan
Board foot adalah satuan volume: tebal 1 inci × lebar 12 inci × panjang 12 inci, atau 144 inci kubik. Bentuknya boleh apa saja selama volumenya sama — papan setebal 1 inci, selebar 6 inci, sepanjang 2 kaki juga tepat satu board foot. Itulah sebabnya dalam rumusnya hanya panjang yang memakai kaki, dan mengapa akhirnya dibagi 12.
Nominal lawan sebenarnya — tempat semua orang tersandung
Kayu 2×4 yang sudah diserut sebenarnya berukuran 1,5 × 3,5 inci, tetapi dihitung dan dibayar sebagai 2 × 4. Itu bukan kecurangan melainkan konvensi dagang: ukuran nominal adalah ukuran sebelum diserut. Pada kayu keras aturannya berbeda — ketebalan ditulis dalam seperempat inci dari kayu mentah, sedangkan lebarnya diukur satu per satu.
Kubikasi: satuan yang sebenarnya dipakai di sini
Perdagangan kayu di Indonesia berjalan dalam meter kubik — orang menyebutnya kubikasi, dan harga jati, merbau, atau sengon dikutip per m³. Board foot muncul di satu tempat saja: ketika kayunya menyeberang ke pasar Amerika Utara. Pembeli di sana memesan dalam board feet dengan grade NHLA dan ketebalan seperempat inci, sehingga penggergajian yang melayani ekspor harus fasih di dua satuan sekaligus.
- 1 board foot = 0,00236 m³
- 1 m³ = 423,78 board feet
- 1.000 board feet = 2,36 m³ — arah yang dipakai saat menyusun penawaran
- 4/4 = 25,4 mm, 8/4 = 50,8 mm mentah; setelah diserut 4/4 tinggal sekitar 21 mm
Satu peringatan yang layak diulang: harga per m³ dan harga per board foot berbeda lebih dari empat ratus kali lipat. Tertukar sedikit saja di lembar penawaran, angkanya tetap terlihat masuk akal — dan justru itu yang membuatnya berbahaya.
Pertanyaan umum
2×4×8 berapa board foot?
5,33 bf (ukuran nominal).
Rumusnya?
T(inci) × L(inci) × P(kaki) ÷ 12 — atau ÷ 144 kalau semua dalam inci.
Arti 4/4?
Ketebalan seperempat inci pada kayu mentah: 4/4 = 25,4 mm, 8/4 = 50,8 mm.
Ke meter kubik?
1 bf = 0,00236 m³; 1 m³ = 423,78 bf.
Nominal atau sebenarnya?
Nominal untuk kayu gergajian; kayu keras memakai ketebalan mentah seperempat inci.