Kalkulator biaya cas mobil listrik

Berapa sebenarnya sekali cas, dan berapa per kilometer dibanding mobil bensin. Hitungannya memakai tarif listrik yang benar-benar Anda bayar dan rugi daya saat pengisian — dua hal yang paling sering dilewat orang saat membandingkan.

per pengisian

  • Energi yang masuk ke baterai:
  • Energi yang ditarik dari stopkontak (yang Anda bayar):

Angka yang benar-benar Anda bayar

Biaya sekali cas itu perkalian tiga hal: berapa kWh yang masuk, berapa rugi di jalan, dan berapa tarif per kWh Anda. Yang paling sering salah bukan yang pertama, tapi yang ketiga — orang memakai angka yang dia baca di berita, bukan angka golongan tarifnya sendiri.

Tarif PLN: golongan Anda, bukan rata-rata

Tarif listrik rumah tangga di Indonesia tidak satu angka. Golongan R-1 1.300 VA dan 2.200 VA berada di Rp 1.444,70 per kWh, sementara 3.500 VA ke atas membayar lebih. Pelanggan bersubsidi 450 dan 900 VA membayar jauh lebih rendah lagi, tetapi daya segitu tidak realistis untuk mengecas mobil.

Ada dua hal lagi yang khas di sini. Pertama, token dan pascabayar tidak sama persis: pembelian token sudah mengandung PPJ daerah, jadi rupiah per kWh yang Anda dapat tergantung daerah. Kedua, PLN memberi diskon untuk pengisian malam bagi pengguna kendaraan listrik yang terdaftar, untuk jam 22.00–05.00. Kalau Anda ikut program itu dan mengecas sambil tidur, tarif yang relevan adalah tarif malam — dan seluruh perbandingan di bawah bergeser memihak listrik.

Listrik lawan Pertalite, apa adanya

Perbandingan yang adil memakai konsumsi nyata, bukan angka katalog. Mobil listrik kecil di sini realistis di 6–7 km per kWh dalam pemakaian kota; mobil bensin sekelasnya 11–13 km per liter di kondisi yang sama. Dengan Pertalite Rp 10.000 per liter, selisih per kilometernya sekitar tiga setengah kali lipat.

Dua catatan supaya angkanya tetap jujur. Macet memperlakukan keduanya dengan sangat berbeda: mobil bensin membakar bahan bakar saat berhenti, mobil listrik hampir tidak memakai apa pun — jadi di Jakarta selisihnya justru melebar, bukan menyempit. Sebaliknya, kalau Anda sering mengecas di SPKLU fast charging, tarifnya jauh di atas tarif rumah, dan penghematan di halaman ini tidak berlaku untuk kilometer-kilometer itu.

Rugi daya, dan kenapa halaman ini menampilkan dua angka

Meteran di rumah menghitung energi yang keluar dari stopkontak. Baterai hanya menerima sebagian — sisanya jadi panas di charger, di kabel, dan di selnya sendiri. Untuk pengisian AC di rumah, 8–12% adalah rentang yang wajar, lebih tinggi kalau charger-nya murah atau kabelnya panjang dan tipis. Kalkulator ini memperlihatkan energi yang masuk baterai dan energi yang ditarik dari stopkontak secara terpisah, karena yang kedua itulah yang muncul di tagihan.

Pertanyaan umum

Sekali cas berapa?

≈ Rp 25.716 untuk baterai 26,7 kWh dari 20% ke 80% pada Rp 1.444,70/kWh.

Tarif mana yang dipakai?

Tarif golongan Anda sendiri — R-1 1.300–2.200 VA di Rp 1.444,70/kWh.

Cas malam lebih murah?

Ya bagi yang terdaftar di program pengisian malam PLN, jam 22.00–05.00.

Hemat berapa vs bensin?

≈ Rp 241/km lawan Rp 833/km — sekitar Rp 593.000 per 1.000 km.

Kenapa ada dua angka kWh?

Baterai menerima lebih sedikit daripada yang ditarik meteran; selisihnya jadi panas.